Awasi Pengelolaan Dana Desa Bersama BPK


Dana desa merupakan dana yang berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara yang digunakan untuk pembiayaan penyelenggaraan pemerintahan, pelaksanaaan pembangunan, pembinaan kemayarakatan, dan pemberdayaan masyarakat desa. Anggaran dana dana desa memiliki jumlah yang cukup tinggi. Pada tahun 2015 pemerintah pusat mengeluarkan dana desa sebesar 20,76 T, angka tersebut meningkat menjadi 406,98 T pada tahun 2016, dan 60 T pada tahun 2017.

Pada tahun ini setiap desa mendapat kisaran dana antara 800 juta hingga 1,3 milyar.

Tingginya jumlah dana desa memebuka peluang terjadi kesalahan pengelolaan keuangan desa. Untuk memberikan pemahaman tentang pengelolaan dana desa, BPK RI mengadakan acara Sosialisasi Peran, Tugas, dan Fungsi BPK dalam Pengawasan Pengelolaan Dana Desa. Acara yang diadakan di Hotel Lombok Raya (12/04/2018) menghadirkan kepala desa se-pulau Lombok. Acara tersebut dibuka oleh Dr. Harry Azhar Aziz, MA selaku anggota VI BPK RI. Dalam sambutannya beliau menyampaikan 4 indikator kriteria pembangunan desa yaitu:

  1. Penurunan angka kemiskinan. Dengan adanya dana desa seharusnya angka kemiskinan menurun setiap tahunnya. Dana desa tidak hanya digunakan untuk pembangunan infrastruktur seperti jalan, tetapi juga digunakan untuk pengingkatan ekonomi mayarakat desa.
  2. Penurunan angka penangguran terbuka. Seperti kita ketahui angka pengangguran di Indonesia masih cukup tinggi. Pengelolaan dana desa juga dihajatkan bisa menciptakan lapangan kerja baru untuk masyarakat desa.
  3. Penurunan angka ketimpangan pendapatan masyarakat. Angka ketimpangan pendapatan masyarakat yang terendah yaitu pada saat orde baru sebesar 0,31 . Angka tersebut tidak pernah dicapai lagi karena ketimpangan pendapatan masyarakat masih tinggi.
  4. Peningkatan jumlah Indeks Pebangunan Manusia (IPM)

Dengan tingginya dana desa, diharapkan 4 kriteria indicator pembangunan desa dapat tercapai. Akan tetapi, realita yang terjadi tidak selalu sejalan dengan harapan pemerintah. Sejauh ini banyak dana desa yang kurang tepat sasaran.

Menurut Dr. Agus Joko Pramono, banyak Rencana Anggaran Pendaparan dan Belanja Desa memiiki komposisi yang tidak mengarah kepada kebutuhan masyarakat. Salah satu contoh, beliau menyebutkan bahwa ada salah satu desa yang menggunakan dana sebesar 105 juta hanya untuk membuat pagar kantor desa. 

Dalam kesempatan tersebut, Dr. Agus Joko Pramono juga menyampaikat 4 catatan dalam pengelolaan dana desa yaitu:

1.    Dana desa tidak digunakan untuk kepentingan pribadi kepala desa.
2.    Setiap belanja menggunakan dana desa harus ada bukti berupa kwitansi.
3.    Kepala desa harus melaporkan catatan keuangan secara periodic.
4.    Melakukan swakelola dana desa.

Untuk pengelolaan dana desa yang baik, kepala desa yang hadir dalam acara tersebut diharapkan dapat mencontoh keberhasilan Bapak Junaedi selaku kepala desa Ponggok di Klaten Provinsi Jawa Tengah. Hal tersebut disampaikan oleh Eva Sundari selaku perwakilan dari DPR RI.

Desa Ponggok dulunya  merupakan desa yang tertinggal dengan angka kemiskinan dan pengangguran yang tinggi. Kepala desa Ponggok bekerjasama dengan kampus UGM dengan meminta UGM mengirim mahasiswa melakukan KKN tematik ke Desa Ponggok.

KKN mahasiswa dilakukan dalam tiga gelombang. Gelombang pertama mendata pemasalahan yang dihadapi masyarakat desa terutama masalah kemiskinan dan pengangguran. Gelombang kedua mendata potensi desa. Gelombang ketiga memetakan ppemberdayaan ekonomi masyarakat desa.

Potensi terbesar Desa Ponggok adalah mata air. Sumber mata air yang jernih dikelola sebagai destinasi pariwisata. Nama Desa Ponggok mulai booming dikalangan wisatawan, tidak hanya wisatawan local tetapi hingga mancanegara. Kini pendapatan Desa Ponggok telah mencapai 12 milyar (2017) dan tiap keluarga memiliki investasi sebesar 5 juta. Kemiskinan di Desa Ponggok menjadi nol.

Pengawasan dana desa ini tidak hanya tugas BPK saja, akan tetapi semua masyarakat diharapkan berperan aktif agar dana desa bisa digunakan tepat sasaran dan digunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.  

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Membuat Form Kontak Pada Blogger

Cara Mengganti Alamat Url Fanpage Facebook

Cara Mendaftarkan Blog pada Feed Burner